SIDRAP, METROLACAK— Komitmen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) dalam mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis inovasi kembali ditunjukkan melalui kegiatan pendampingan submit Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang dilaksanakan pada Sabtu (04/04/2026).
Kegiatan ini berlangsung di ruang seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS Rappang dan diikuti oleh empat tim mahasiswa lintas program studi.
Dalam kegiatan ini, Program Studi Bisnis Digital mengutus dua tim terbaiknya, sementara Program Studi Peternakan dan Agribisnis masing-masing mengirimkan satu tim. Adapun susunan tim pengusul beserta bidang usahanya adalah sebagai berikut:
Program Studi Bisnis Digital
Tim A (Bidang Budidaya): Lutfia Ramadhani, Nadia, dan Muh. Alwi dengan inovasi “K-Farm Integrated System”
Tim B (Bidang Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan): Deon Dermawan, Rival Dahri, dan Febri Ali dengan inovasi “K-MU Digitek”
Program Studi Agribisnis (Bidang Makanan dan Minuman)
Citra Nurdin, Riska Muliana, Fajriah, Chandrawati, dan Rezky Bahri dengan inovasi “Pisang Berkarya: Olahan Kue Pisang dan Keripik Kulit Pisang”
Program Studi Peternakan (Bidang Makanan dan Minuman)
Abdurrahman Syuaib, Suriyana Muh. Nasir, Ardian Saputra, dan Gifar Ananta Syam
Kegiatan pendampingan ini secara khusus mengundang perwakilan dari setiap tim, yakni ketua tim bersama satu orang anggota, untuk mengikuti proses bimbingan secara intensif. Skema ini diterapkan agar diskusi berjalan lebih fokus, efektif, serta memberikan ruang pendalaman yang lebih maksimal terhadap setiap proposal yang diajukan.
Pendampingan dilakukan secara langsung oleh Penanggung Jawab P2MW Universitas, Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom., yang memberikan arahan teknis sekaligus penguatan substansi proposal. Dalam suasana yang interaktif dan penuh antusiasme, mahasiswa tidak hanya dibimbing secara administratif, tetapi juga ditantang untuk mempertajam ide bisnis, memperkuat model usaha, serta meningkatkan daya saing proposal di tingkat nasional.
Dalam pandangan para dosen pendamping, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melihat transformasi mahasiswa dari sekadar pencari ilmu menjadi calon wirausaha muda yang visioner. Mahasiswa dinilai mulai menunjukkan pola pikir kritis, keberanian dalam mengemukakan gagasan, serta kemampuan mengintegrasikan ilmu akademik dengan praktik bisnis nyata.
“Mahasiswa hari ini tidak lagi cukup hanya memahami teori, tetapi harus mampu menciptakan solusi. Dari proposal yang mereka susun, terlihat adanya keberanian untuk berinovasi dan membaca peluang. Ini adalah indikator bahwa mereka siap bersaing,” ungkap salah satu dosen yang terlibat dalam pendampingan.
Lebih jauh, dosen juga menilai bahwa mahasiswa UMS Rappang memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pelaku usaha muda, terutama karena ide-ide yang diangkat banyak berbasis pada kearifan lokal, sektor peternakan, agribisnis, hingga digitalisasi usaha. Hal ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Kegiatan pendampingan ini tidak hanya berorientasi pada keberhasilan lolos seleksi P2MW, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran yang membentuk mental tangguh, kreatif, dan adaptif bagi mahasiswa. Dengan bimbingan yang intensif dan dukungan penuh dari pihak universitas, diharapkan seluruh tim mampu memberikan hasil terbaik dan membawa nama UMS Rappang ke tingkat yang lebih tinggi.
Semangat, kolaborasi, dan inovasi yang tercermin dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMS Rappang siap menjadi generasi penggerak ekonomi masa depan.


