SIDRAP, METEOLACAK--Wakil Rektor I Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak memimpin rapat penting yang membahas sejumlah agenda strategis akademik di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Senin (6/4/2026). Rapat yang berlangsung di ruang pertemuan lantai dua Gedung Rektorat tersebut dihadiri oleh seluruh ketua program studi (kaprodi), Direktur Pascasarjana, para dekan, serta penanggung jawab Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Dalam rapat Monitoring Akademik dan RPL yang berlangsung interaktif itu, dibahas berbagai agenda utama, mulai dari progres pelaksanaan RPL, monitoring perkuliahan semester genap, hingga rencana pelaksanaan wisuda tahun 2026. Fokus utama pembahasan menitikberatkan pada peningkatan kualitas tata kelola akademik dan optimalisasi layanan pendidikan di lingkungan kampus.
Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak menjelaskan bahwa program RPL akan segera ditindaklanjuti melalui sosialisasi kepada pemerintah kabupaten, sekaligus penyempurnaan panduan teknis di masing-masing program studi. Ia menegaskan bahwa langkah ini penting untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang memiliki pengalaman kerja atau pembelajaran sebelumnya.
Selain itu, evaluasi perkuliahan semester genap juga menjadi perhatian utama. Saat ini, proses pembelajaran telah memasuki pekan kelima dan seluruh 21 program studi di UMS Rappang telah menjalankan perkuliahan sesuai rencana. Meski demikian, masih terdapat beberapa kendala teknis pada penggunaan portal akademik, khususnya dalam hal absensi dan penilaian mahasiswa.
Ke depan, UMS Rappang menargetkan seluruh proses akademik berbasis digital dapat berjalan lebih optimal pada semester mendatang. Hal ini menjadi bagian dari transformasi sistem pembelajaran yang adaptif dan modern.
Pada agenda lainnya, rapat juga memutuskan bahwa pelaksanaan wisuda tahun 2026 akan dilakukan sebanyak dua kali. Wisuda pertama dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah lulusan dalam beberapa tahun terakhir, sementara kapasitas auditorium masih terbatas.
“Pelaksanaan wisuda dua kali ini merupakan langkah strategis untuk mengakomodasi jumlah lulusan yang terus bertambah,” ujar Rais.
Tak hanya itu, rapat juga membahas sejumlah agenda tambahan, di antaranya penyesuaian peraturan akademik dengan kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta kebijakan Work From Home (WFH) bagi dosen dan tenaga kependidikan.
Untuk program KKN, pelaksanaan direncanakan dimulai pada akhir Juni 2026 dengan mempertimbangkan jadwal magang mahasiswa serta kebutuhan masyarakat desa, termasuk momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus.
Sementara terkait kebijakan WFH, pihak akademik akan segera menerbitkan surat edaran sebagai pedoman pelaksanaan perkuliahan, khususnya untuk mata kuliah yang tidak memungkinkan dilakukan secara daring.
Menutup rapat, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan langkah yang diambil merupakan bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang dalam memperkuat sistem akademik serta meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.


